Commenti dei lettori

Saham Lapis Satu, Dua, dan Tiga Dibedakan Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Saham Mana yang Lebih Baik untuk Dibeli Nicholas Duell (2018-10-29)


Dalam bursa saham, ada beberapa istilah yang digunakan dikala membicarakan saham. Istilah Saham Lapis Satu, Lapis Dua, dan Lapis Tiga telah menjadi kosakata khusus yang digunakan dalam dunia saham. Bagi Anda yang masih awam atau baru mengawali investasi di pasar modal, ada bagusnya mulai mengetahui ketiga istilah hal yang demikian.

Pengaplikasian istilah hal yang demikian dialamatkan untuk menggolongankan tipe saham menurut kriteria-kriteria yang dimiliki dan kualitasnya. Ketika berinvestasi saham, Anda wajib dapat memilih saham mana saja yang mewujudkan keuntungan. Banyak pemula yang salah dalam memutuskan saham dari emiten yang layak untuk ditransaksikan.

Lazimnya eksistensi saham seperti ini sudah digoreng atau telah dimanipulasi sedemikian rupa sehingga seolah-olah menonjol seperti saham yang laris di pasaran. Meskipun, saham itu sebenarnya saham tidur alias saham tak layak jual.

Sistem mengetahui saham itu Saham Lapis Satu, Dua, dan Tiga yakni dengan mengamati kapitalisasi pasar. Berdasarkan definisinya, kapitalisasi pasar adalah harga saham dikalikan dengan sempurna jumlah saham yang diterbitkan emiten dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu, apa yang dimaksud Saham Lapis Satu, Dua, dan Tiga? Berikut penjelasannya.

1. Saham Lapis Satu (Blue Chips) Paling Unggul Kapitalisasi Pasarnya
Saham Lapis Satu dianggap berperan dalam menggerakkan IHSG. Kapitalisasi pasarnya bisa mencapai lebih dari Rp40 triliun. Saham-saham klasifikasi ini memiliki volatilitas harga yang tidak terlalu tinggi. Tak banyak terlalu tergoda dengan gejolak pasar sebab perusahaan dengan saham ini mempunyai daya kerja yang baik. Di samping itu, fundamental saham ini terbilang kuat sehingga sulit untuk "digoreng".

Saham Lapis Satu juga mempunyai pergerakan harga yang tak terlalu fluktuatif. Sebab itu, judi online banyak analis yang menganggap bahwa Saham Lapis Satu merupakan saham yang paling aman. Saham Lapis Satu benar-benar layak untuk dibeli apalagi dimiliki sebagai investasi rentang panjang. Tidak heran jika Saham Lapis Satu dijuluki sebagai Blue Chips atau First Liner.

Saham Lapis Satu rata-rata dijual dengan harga yang tinggi. Tentunya saham-saham hal yang demikian juga memberikan dividen yang tinggi pula. Besaran dividen hal yang demikian rata-rata lebih tinggi dari saham lain di BEI. Model Saham Lapis Satu ialah BBRI, ICBP, TLKM, UNVR, GGRM, dan BBNI.

2. Saham Lapis Dua (Mid-Cap Stocks) Cukup Stabil dan Terbilang Likuid
Disebut sebagai mid-cap stocks atau second-liner, Saham Lapis Dua memiliki kapitalisasi pasar antara Rp500 miliar-Rp10 triliun. Harga sahamnya cenderung fluktuatif dan saham ini terbilang likuid. Sementara fundamental perusahaan bisa dikatakan cukup baik walaupun masih dalam tahap berkembang.

Harga Saham Lapis Dua tidak semahal Blue Chips dan karena kapitalisasinya tak lebih besar dari Saham Lapis Satu karenanya jumlahnya tidak sebanyak Saham Lapis Satu. Berikut ini ialah yang termasuk ke dalam Saham Lapis Dua, adalah BBKP, BSDE, PWON, JPFA, LSIP, AISA, dan PPRO.

3. Saham Lapis Tiga (Small-Cap Stocks) Mempunyai Volatilitas Harga yang Tinggi
Saham Lapis Tiga disebut juga sebagai junk stocks atau small-cap stocks. Saham-saham pada golongan ini memiliki volatilitas harga yang tinggi. Saham Lapis Tiga menjadi incaran spekulan sebab dapat dipermainkan sehingga harganya melonjak. Dalam keadaan hal yang demikian, spekulan mengambil profit. Karena itu, saham ini dapat dikatakan sebagai saham gorengan.

Dari sisi harga, Saham Lapis Tiga terbilang paling murah. Harganya lebih murah dari Second Liner dan First Liner. Sementara kapitalisasinya berada di bawah angka Rp500 miliar. Untuk bisa memperoleh profit dari trading saham ini, dewa judi perlu memiliki kecakapan analisa yang kuat. Kehati-hatian dan akurasi sungguh-sungguh penting supaya tidak merugi sebab fluktuasi harga saham yang ditandai dengan masuknya saham dalam kategori Unusual Market Activity (UMA).

Dividen dan tingkat keamanan dalam transaksi di pasar modal menjadi perhatian penting bagi pemberi modal. Banyak para analis memberi anjuran kepada pemula untuk membeli Saham Lapis Satu dan Dua. Sebab yang perlu disiapkan juga sungguh-sungguh besar, tetapi memilih Saham Lapis Satu merupakan pilihan untuk investasi bentang panjang. Sebab itu, perhitungkan kemampuan Anda dan pilihlah saham cocok kemampuan.



ISSN: 05152178